File Menu

Galeri Newsletter



Join our newsletter and received an uptodate information on event and exhibition in our Galeri.

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday48
mod_vvisit_counterYesterday52
mod_vvisit_counterThis week426
mod_vvisit_counterThis month1217
mod_vvisit_counterAll45469
News
50th Galeri Hadiprana

 

 

 GALERI HADIPRANA

50 TAHUN MENGABDI DI DUNIA SENI

1962 - 2012

 

PENDAHULUAN

Tidak terasa, kita telah sampai di gerbang waktu 50 tahun usia Galeri Hadiprana di tahun 2012. Ini adalah saat istimewa karena Galeri Hadiprana masih diberi kesempatan oleh Tuhan - sang pencipta dan pemilik alam semesta - untuk merasakan atmosfer usia emas. Memperingati ulang tahun emas berarti ada nilai-nilai seperti yang dimiliki logam emas – yang tidak hanya indah tetapi juga kuat, liat, tahan panas dan tahan karat.. Peringatan HUT emas adalah fakta tentang sebuah karakter tahan uji. Galeri Hadiprana selama setengah abad telah berlayar dalam samudera waktu yang sarat dengan gelombang besar dan badai yang dahsyat.


Karena itu, sepatutnyalah peringatan ini dirayakan dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena telah melimpahkan rahmatNya sehingga Galeri Hadiprana boleh berumur panjang. Separuh abad bukanlah waktu singkat.  Kalau saat ini Galeri Hadiprana dapat menikmati berkat Tuhan berupa kemampuan melewati masa-masa sulit dan berkembang meski setapak demi setapak, itu tidak lain adalah karena izin dan peran-serta Tuhan. Untuk itu Galeri Hadiprana ingin memanfaatkan momentum HUT Emas ini untuk bersyukur kepada Tuhan atas karuniaNya bahwa Galeri Hadiprana pada saat ini boleh mencapai usia 50 tahun. Perjalanan Galeri Hadiprana 1962 – 2012 adalah senantiasa tidak lepas dari uluran kekuatan tangan Tuhan. Senang atau susah, saat manis ataupun pahit,  pernyertaan kuasa Tuhan tidak pernah lepas dan terbukti selalu membawa kebaikan kepada Galeri Hadiprana.
 

 

SEJARAH SINGKAT GALERI HADIPRANA 

Ungkapan rasa-syukur rasanya akan lebih lengkap dengan refleksi kilas balik atas sejarah awal berdirinya Galeri Hadiprana di tahun 1962. Adalah seorang Hendra Hadiprana yang beberapa tahun menempuh studi arsitektur dan desain interior di negeri Belanda. Di sana dia punya hobby melihat pameran seni dan pergi ke museum-museum. Tak lama setelah kembali ke Indonesia th 1958 Hendra menyaksikan sebuah pameran senirupa di Hotel Des Indes di kawasan Harmoni Jakarta. Dia terkagum-kagum dan tak menyangka bahwa bangsa Indonesia yang kondisinya saat itu sangat sederhana ternyata diam-diam menyimpan bakat seni yg luar biasa. Sungguh tidak kalah dari karya seni dari bangsa-bangsa yang sudah maju yang sering dia lihat di Museum2 seni di Eropa.

 

Suatu saat Hendra Hadiprana melihat ada sebuah peristiwa langka di Jakarta, yaitu sebuah pameran seni di Hotel Des Indes. Hendra suka sekali menyaksikan lukisan “Pensaliban Yesus” karya G Sidharta. Saat ketemu pelukisanya Hendra bilang ingin sekali membeli tetapi karena sbg anak muda yang baru lulus kuliah dia belum punya uang cukup. Dia pun bilang ke G Sidharta bahwa jika lukisan ini ada jodoh dengan dirinya, pasti satu saat dia akan bisa memilikinya. Sidharta pun mengiyakan. Setahun kemudian, Hendra bertemu Sidharta dan lukisan itu ternyata masih ada dan lukisan itu menjadi koleksi pertama dari Hendra Hadiprana. Tak lama kemudian di tahun 1962 Hendra mendirikan Galeri Hadiprana yang berlokasi di kawasan Blok M Jakarta.

 

Saat itu situasi politik ekonomi Indonesia sedang di masa sulit dan apresiasi seni di masyarakat belum tumbuh seperti sekarang.  Namu berkat dukungan seorang sahabat, . Hendra Hadiprana memberanikan diri untuk mendirikan sebuah galeri seni bernama Prasta Pendawa di tahun 1962. Keberanian itu sepenuhnya dilandasi oleh rasa cinta Hendra Hadiprana terhadap seni karya bangsa Indonesia dan ingin menampilkannya supaya lebih dikenal oleh dunia luar.  Tuhan pun memberikan berkatnya sehingga galeri ini berjalan dengan baik. Seniman-seniman di masa itu dari Bandung seperti Srihadi Sudarsono, But Muchtar, Sadali, AD Pirous, dari Jogja misal Widayat, serta Antonio Blanco dari Bali sering memajang karyanya di galeri ini. Pada tahun 1975 nama galeri resmi dirubah jadi Galeri Hadiprana.

Pada tahun 1997 Galeri ini pindah ke Kemang Raya menempati gedung baru yang lebih besar dan bagus. Dari awalnya di Jalan Paletehan hanya ada Galeri Hadiprana dan Taman Batik Ikat, kini di gedung baru semakin berkembang, ada Hadiprana Art Center yang sekarang sudah punya 10 cabang, Hadiprana Accent, Hadiprana Jewelry, dan Hadiprana Signature.

 

AGENDA KEGIATAN

 

Pada kesempatan ulang tahun ke-50, Galeri Hadiprana ingin merayakannya dengan mengagendakan 5 (lima) kegiatan yang menarik dan membawa dampak positif di masyarakat. Rangkaian acara peringatan ini diharapkan memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara khususnya di bidang seni budaya dan industri kreatif bangsa Indonesia.

 

1. Pameran Koleksi Pribadi

HENDRA HADIPRANA

Dan Temu Kangen

 

Latar Belakang : 

Hendra Hadiprana adalah tokoh yang mempelopori pendirian galeri seni pertama di Jakarta dan mungkin juga di Indonesia. Arsitek dan Interior Dekorator lulusan Minerva Academi Universitas Groningen lahir di Bogor 1929 dikenal sebagai kolektor dan pecinta seni yang telah memulai mengoleksi karya seni karya bangsa Indonesia sejak tahun 1960.

Pameran ini merupakan napak tilas perjalanan Hendra Hadiprana dalam mengkoleksi karya seni sejak tahun 1962 sampai sekarang.

 

Waktu            : 20 – 26 Mei 2012

Tema             : PERJALANAN

Tempat          : Galeri Hadiprana.

Tujuan            :

 

1)    Memperlihatkan sisi menarik cara pandang koleksi seni rupa Hendra Hadiprana yang selalu mempertimbangan padu-padan antara karya seni yang dikoleksi dengan atmosfer interior ruangan.

 

2)    Pameran ini akan memperlihatkan cita-rasa koleksi Hendra Hadiprana dan layak jadi inspirasi para kolektor muda dan pecinta seni yang masih pemula. 

 

Tamu Undangan : 

Acara akan dihadiri tamu undangan dengan jumlah diperkirakan 400 orang.

Tamu undangan lain adalah para sesepuh pecinta seni yang ada kedekatan hati dengan Galeri Hadiprana, para seniman terkemuka, pemerhati dunia seni dan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai ketertarikan kepada dunia seni dan budaya..

 

Yang akan menjadi Tamu Kehormatan adalah :

Ibu Mien Soedarpo Sastrosatomo

 

Sejumlah figur-figur ternama akan hadir dalam acara ini :

Ibu Pia Alisyahbana, Ibu Ali Atas, Ibu Herawati Diah dsb.

 

Publikasi : 

Untuk mendukung acara akan diterbitkan buku PERJALANAN sebanyak 500 eksemplar berisi Koleksi Senirupa Hendra Hadiprana selama 50 tahun sejak 1962 hingga sekarang.

 

Acara Penunjang :

Untuk memeriahkan acara Pembukaan akan disajikan penampilan Musik Keroncong TUGU

Selain menyaksikan peragaan busana, para tamu undangan juga dapat menikmati jamuan makan secara prasmanan dengan makanan-makanan khas Hadiprana.  

 

2. Pameran Seni 50 Perupa  

Tema       : “ Bersyukur Kita Tunggal Ika ”.

Waktu      :  20 Mei s.d. 20 Agustus 2012

Tempat    :   Galeri Hadiprana. Jl. Kemang Raya 30 Jakarta Selatan 12730 

 

Tujuan Umum :         

· Mendorong berkembangnya apresiasi pada kemajemukan budaya bangsa Indonesia, mensyukuri atas berkah Bhinneka Tunggal Ika. 

·  Merupakan sebuah upaya kecil untuk merangsang dan menginspirasi aktualisasi diri masing-masing individu, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas rasa cinta dalam membentuk integritas kita sebagai sebuah bangsa yang besar. 

· Menjadi sarana yang memadai bagi  apresiasi karya seni rupa baik lukisan maupun patung sekaligus memperlihatkan berkah kekayaan dan keragaman budaya bangsa Indonesia. 

· Menjalin silaturahmi sesama pelaku dan pencinta seni Indonesia khususnya di Jakarta Bandung Jogjakarata dan Bali.

 

· Menggemakan kekuatan kultural sebagai salah satu kekuatan dari pilar penyangga ekonomi kreatif bangsa Indonesia yang terbungkus oleh konsep-konsep dan nilai tawar karya seni sebagai produk budaya.

 

Tujuan Khusus : 

Sebagian hasil dari penjualan karya seni lukisan dan patung akan disumbangkan bagi pengembangan kualitas Guru-guru Seni Rupa di sekolah-sekolah yang berada di pelosok Tanah Air..

 

Tamu Undangan 

Acara pameran diperkirakan akan dihadiri 1000 orang sejak hari pembukaan sampai hari terakhir.

 

Publikasi : 

Untuk mendukung acara Pameran Lukisan 50 Perupa akan diterbitkan buku catalog sebanyak 1000 eksemplar dengan penulis kuratorial Agus Dermawan T dan AA Nurjaman dari Jogjakarta

 

Undangan sebanyak 1000 akan disebar kepada para pelanggan dan klien Galeri Hadiprana serta kepada kolektor-kolektor seni-rupa terkemuka di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

 

Acara Penunjang : 

Untuk memeriahkan acara Pembukaan akan disajikan penampilan Musik Keroncong TUGU

 

3.FASHION SHOW  

Tempat          :  Forum Lounge Galeri Hadiprana 

Waktu            :  8 Juni 2012 

Tema          : “Keistimewaan Batik Memperkokoh Rasa Bangga Atas Kekayaan dan Keragaman Budaya Bangsa”.

 

Tujuan : 

·   Memberikan ruang ekspresi bagi pengembangan budaya nusantara khususnya batik untuk semakin berkembang menjadi busana global di masa depan dengan jalan lebih mengenalkan kepada para expatriates di Jakarta..

 

·  Menjadi ajang pementasan batik sebagai budaya luhur kebudayaan Indonesia dengan desain kreatif bercitarasa modern.

 

·  Menggiatkan kecintaan generasi muda kepada budaya bangsa dan nilai-nilai luhur batik.

 

Tamu Undangan : 

Acara akan dihadiri tamu undangan dengan jumlah diperkirakan 300

orang. Tamu undangan lain adalah praktisi dan pemerhati dunia fashion

dan masyarakat yang mempunyai ketertarikan kepada dunia fashion dan

batik..Sejumlah figure-figur ternama akan hadir dari dalam acara

fashion show.

 

Penunjang Acara: 

Selain menyaksikan peragaan busana, para tamu undangan juga dapat menikmati jamuan makan siang secara prasmanan dengan makanan-makanan khas Hadiprana. 

 

4. PAMERAN ARTIS CILIK

 

LATAR BELAKANG 

Belajar seni budaya dan keterampilan adalah belajar tantang daya cipta

dan kemandirian. Anak-anak yang belajar seni rupa adalah belajar untuk mencipta, berkarya dan menghasilkan sesuatu bentuk yang dapat dinikmati oleh dirinya maupun orang lain. Daya cipta memerlukan kemampuan yang memadai untuk menghasilkan suatu hasil karya seni yang baik. Kemampuan berkarya ini bisa diperoleh dengan latihan dan belajar secara tekun. Seperti penah dikatakan pelukis maestro Affandi “seni itu adalah 1% bakat dan 99% kerja keras dan ketekunan”

 

Belajar seni lukis akan melatih pikiran menjadi terbuka sehingga proses melukis dapat menjadi sarana ekspresi diri. Dengan melukis anak belajar melepaskan diri dari keterbatasan bahasa dan kata karena gambar lebih banyak bercerita dibanding seribu kata. Dengan kemampuan melukis anak mampu menciptakan karya-karya yang berbicara secara simbolik dan menggambarkan suasana batin mereka secara artistik.

 

TUJUAN 

·  Merangsang kretivitas pada anak-anak melalui seni yang berperan penting dalam mengembangkan intelektualitas dan kepekaan. Keseimbangan otak kiri dan kanan merupakan kunci dalam membangun kompetensi, penciptaan nilai dan daya saing dalam diri seseorang.

 

·  Memberi kesempatan bagi anak-anak untuk menawarkan anak untuk berkreasi dan menghargai lukisan. Dalam berpartisipasi, anak dapat berkekspresi secara bebas dan lucu. 

 

WAKTU 

22- 29 April 2012 :  Pemilihan 50 Pelukis Cilik dari 150 Pelukis Cilik terpilih. 

3 – 10 Juni 2012   :  Pemilihan 12 Pelukis Cilik dari 50 Nominasi Pelukis Cilik.

 

TEMPAT                : 

FORUM LOUNGE, LOBBY dan KORRIDOR GALERI HADIPRANA

 

PESERTA             :

Peserta pameran adalah 50 seniman cilik dengan batasan usia :

 

     Taman Kanak-Kanak      

     Sekolah Dasar      (SD Kelas 1-6).

     SMP High Grade (SMP Kelas 1-3).    

 

TAMU UNDANGAN

Akan dihadiri 1000 orang terdiri dari orangtua artis cilik dan keluarga besarnya serta orang-orang yang peduli dan merasa tertarik dalam pendidikan seni, terutana pendidikan seni untuk anak-anak..

 

PUBLIKASI

Akan diterbitkan Katalog Pameran Lukisan Anak-anak berjumlah 500 ekspemplar.

 

5.TALK SHOW INTERIOR 

Waktu            :  23 Mei 2012

Tempat          :  Forum Lounge

 

Latar belakang

Hubungan seni dan interior ruangan ibarat ikan dan air. Ada hubungan yang hakiki antara seni dan interior ruangan.  Sinergi antara seni dan interior akan mampu memunculkan nilai dan makna tentang kehidupan dan budaya manusia secara luas. Karya seni lukisan maupun patung bisa dimanfaatkan untuk mengangkat nilai sebuah ruangan. Ruangan yang diisi karya seni meningkat bobotnya, tidak hanya sekedar fungsional tempat bekerja, bersantai atau bersosialisasi, tapi akan memiliki keagungan nilai sebagai etalase ekspresi intelektual dan budaya dari pemiliknya..

 

Tujuan

·  Peserta akan mendapatkan sharing pengalaman berharga dan pengetahuan tentang seni Indonesia dan cara memilih karya seni yg disesuaikan dengan sisi artistik interior ruangan..

 

·    Memadupadankan karya seni supaya harmonis dengan isi ruangan yang sudah ada sebelumnya.

 

Tema :  “ Karya Seni Sebagai Nilai Tambah Sebuah Ruangan ”.

 

Pembicara     :

1.        Arsitek Terkemuka

2.        Interior Desainer Terkemuka

3.        Pelukis Terkemuka

4.        Pematung Terkemuka

 

Moderator            : Pengamat Seni

 

Tamu Undangan

Acara akan dihadiri sekitar 100 orang terdiri dari pelanggan Hadiprana yang memiliki minat terhadap dunia seni dan interior.

 

 

 


 PERJALANAN 

Ini adalah serpihan kisah perjalanan masa lalu

saat saya melewati hari-hari di sebuah kota

yang terlihat kusam, saat senja pun nampak muram

jantung kota tak berwarna-warni tapi kelabu

penuh coretan di dinding kota yang hanya hilang saat datang

pekatnya malam. Segala sesuatunya sederhana

Kota ini sedang banyak melakukan pembaharuan

 

Sampai tiba saatnya saya nyaris tak percaya,

saya melihat sekumpulan lukisan; ada sebuah pameran di kota itu
Rasanya seperti menyaksikan rumpun mawar di tengah gurun

Bangsa yang nampak miskin ini ternyata punya bakat seni yang luar biasa.

Pandangan saya tentang negeri ini berubah seketika
Keindahannya lukisan-lukisan itu mempesona

Segar seperti menghirup udara pegunungan.

Sungguh tidak kalah dari karya seni dari bangsa-bangsa terkemuka.

Rasanya Tuhan memberi saya hadiah ini, saya tidak pernah tahu kenapa.

Berselang dua tahun kemudian saya bertemu dengan seorang sahabat. 

Dia menawari sebuah tempat untuk mendirikan sebuah galeri seni. 

“Ayo buka galeri, kita jual lukisan” kata dia …

Dia tahu saya punya banyak sahabat pelukis di Bandung dan Jogja

Maka berdirilah Galeri Prasta Pendawa di Jalan Paletehan tahun 1962

 

Saya undang para pelukis duduk-duduk dan ngobrol di galeri

Para pelukis pun memberikan lukisan-lukisan untuk mengisi dinding galeri.  Ada Srihadi, But Mochtar, Sadali, AD Pirous, Jusuf Affendi dari Bandung. Widayat dari Jogja dan Antonio Blanco dari Bali.  Galeri ini pun beberapa kali menyelenggarakan pameran dan semua sukses.  Di antaranya adalah Mulyadi W, Arif Sudarsono, Kuncana & Sri Yunnah. 

Awal tujuh-puluhan sahabat saya pindah ke Hongkong dan tidak kembali lagi ke Jakarta. Mau tidak mau galeri harus pindah tempat.  Beruntung dapat tempat di seberang jalan.  1973 mulai membangun.  Tahun 1975 galeri resmi pindah ke tempat baru dan berganti nama menjadi Galeri Hadiprana sampai sekarang

Nama-nama yang pernah berpameran di Galeri Hadiprana adalah

Jeihan, Nisan, Sutopo, Suparto. 

Pada satu ketika ada saatnya zaman berubah.

Atmosfer kawasan Jl Paletehan mulai tidak mendukung untuk sebuah galeri seni,

suasananya sudah berubah menjadi hiruk-pikuk,

 

Tahun 1997 Galeri Hadiprana pindah ke Kemang Raya

Menempati gedung baru yang lebih besar dan lebih bagus

Di galeri ini ada beberapa nama pelukis muda dari Bali yang perlu dicatat.

Mereka pernah berpameran di Galeri Hadiprana dan semua sukses

Made Gunawan, Bawa Antara, Hantaguna, Putu Bonuz

Mereka berasal dari orang-orang yang sederhana namun

Sekarang mereka sekarang sudah jadi pelukis hebat, ekonominya mapan.

Rata-rata memiliki rumah bagus serta mobil baru

 

Galeri Hadiprana tetap setia tumbuh bersama para seniman muda

dan tentu tak bisa melupakan peran dan dukungan dari para pecinta seni.

Merekalah sahabat-sahabat yang memberi kesempatan kepada

Galeri Hadiprana untuk senantiasa setia menunjukkan bakti

pada seni karya adiluhung bangsa Indonesia

Dunia seni memang selalu menemukan cara untuk hidup

Kita sering mengatakan satu sama lain betapa beruntungnya kita
Tapi kita tahu perjalanan kita telah dibantu oleh para malaikat langit
Tuhan telah memberikan yang terbaik buat kita
Galeri Hadiprana dan para seniman tetap menyala terang, tidak pernah pudar.

Mari bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan 50 tahun ini menjadi perjalanan yang begitu istimewa bagi Galeri Hadiprana

Semoga Tuhan tetap memberikan yang istimewa untuk 50 tahun ke depan …

 

                                                                                 Johanda Karihadi, 2012

 

 


© 2012 galerihadiprana.com
Hosting by HostingFlexi.com